Di hutan lebat Kalimantan Tengah (Kalteng), krisis tersembunyi diam-diam mempengaruhi kehidupan banyak anak. Stunting, suatu kondisi yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan layanan kesehatan yang tidak memadai, merupakan masalah yang semakin meningkat di wilayah Indonesia. Meskipun bentang alamnya indah, dampak stunting terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak-anak sangat buruk.
Stunting didefinisikan sebagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak karena gizi buruk, infeksi berulang, dan praktik pengasuhan yang tidak memadai. Ini merupakan krisis yang diam-diam karena sering kali tidak disadari hingga sudah terlambat untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi. Dampak stunting dapat berlangsung seumur hidup dan tidak dapat diubah, mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak, serta kesehatan dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.
Di Kalteng, angka stunting sangat tinggi, dan hampir satu dari tiga anak di bawah usia lima tahun terkena dampaknya. Hal ini berarti ribuan anak belum mencapai potensi maksimalnya karena faktor-faktor yang dapat dicegah seperti gizi buruk dan kurangnya akses terhadap layanan kesehatan. Konsekuensi dari stunting sangat luas, tidak hanya berdampak pada anak secara individu, namun juga keluarga, komunitas, dan masyarakat secara keseluruhan.
Anak-anak yang mengalami stunting lebih mungkin menderita penyakit kronis, gangguan kognitif, dan prestasi akademis yang buruk. Mereka juga lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit, yang menyebabkan peningkatan biaya layanan kesehatan dan beban yang lebih besar pada sistem layanan kesehatan. Selain itu, anak-anak yang mengalami stunting mempunyai risiko lebih tinggi terhadap kemiskinan dan pengucilan sosial, karena mereka mungkin kesulitan untuk mencapai potensi penuh mereka dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi komunitas mereka.
Mengatasi krisis stunting yang tersembunyi di Kalteng memerlukan pendekatan multi-sisi yang mencakup peningkatan akses terhadap makanan bergizi, promosi pemberian ASI dan praktik pemberian makan bayi yang benar, serta peningkatan layanan kesehatan bagi anak-anak dan ibu. Hal ini juga memerlukan peningkatan kesadaran tentang pentingnya perkembangan anak usia dini dan konsekuensi jangka panjang dari stunting terhadap individu dan masyarakat.
Instansi pemerintah, organisasi nirlaba, penyedia layanan kesehatan, dan tokoh masyarakat harus bekerja sama untuk mengatasi akar penyebab stunting dan menerapkan intervensi yang efektif untuk mencegah dan mengobati kondisi tersebut. Dengan berinvestasi pada kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Kalteng, kami dapat membantu mereka mencapai potensi maksimal mereka dan membangun masa depan yang lebih cerah bagi diri mereka sendiri dan komunitas mereka.
Mengungkap krisis stunting yang tersembunyi di Kalteng merupakan langkah penting menuju peningkatan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di wilayah ini. Dengan meningkatkan kesadaran, memobilisasi sumber daya, dan menerapkan intervensi berbasis bukti, kita dapat memberikan dampak jangka panjang pada kehidupan anak-anak dan memastikan bahwa mereka memiliki peluang untuk berkembang dan sukses. Ini saatnya untuk menyoroti krisis yang diam-diam ini dan mengambil tindakan untuk mengatasi akar penyebab stunting di Kalteng.
